JAKARTA, KAMIS - Pascakenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), gelombang aksi mahasiswa semakin meningkat. Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Muladi, mengingatkan agar mahasiswa berhati-hati dengan berbagai aksi yang mereka lakukan.
Sebab, ia melihat adanya pihak-pihak yang memperalat mahasiswa untuk kepentingan tertentu. Namun, Muladi memahami kondisi psikologis mahasiswa, yang keadaan ekonominya terkena imbas kenaikan harga BBM. "Wajar, kalau mahasiswa diperalat. Yang penting, mahasiswa sadar (bahwa ada pihak-pihak yang memperalat mereka). Mahasiswa agar hati-hati, jaga kebersihan perjuangan dengan konsep-konsep yang bagus," ujar Muladi, yang ditemui di Gedung DPD RI, Kamis (29/5).
Menurut Muladi, keberhasilan gerakan mahasiswa pada tahun 1966 dan 1998 karena didukung dengan konsep-konsep yang matang tentang apa yang diperjuangkan. "Jadi, jangan hanya bakar ban dan teriak-teriak. Buat juga konsep-konsep alternatif yang ditawarkan, untuk melakukan mitigasi dan adaptasi yang sesuai dengan perkembangan saat ini," lanjutnya.
Mengenai adanya pernyataan yang mensinyalir bahwa gerakan mahasiswa telah ditunggangi, menurut dia, pernyataan tersebut seharusnya tidak dilontarkan. Alasannya, lontaran seperti itu hanya akan memanaskan situasi. Langkah terbaik, kata Muladi, menyimpan segala dugaan itu dan membuktikannya dengan bukti akurat. Pemerintah pun, imbau dia, jangan hanya berpikir profesional dalam menjelaskan alasan kenaikan harga BBM yang menimbulkan gejolak sosial di masyarakat.
"Yang saya tuntut dari pejabat sekarang, mereka jangan hanya berpikir profesional menjelaskan kenaikan harga minyak secara akademis, tapi juga memperhatikan aspek-aspek sosial politiknya. Contoh, sebelum menaikkan harga minyak minta maaflah ke rakyat, bahwa ini langkah terakhir yang tidak bisa dihindarkan lagi," katanya.
Akan tetapi, Muladi menyayangkan sikap-sikap politisi yang memanfaatkan situasi gejolak masyarakat dalam mengkritisi kenaikan harga BBM, untuk kepentingan pribadi. "Kalau saya lihat, kentara sekali orang-orang politik yang memanfaatkan situasi ini. Mereka tidak mau dengar alasan pemerintah, yang penting ini kesempatan untuk menghajar pemerintah," ujar Muladi.
Siapa orang-orang politik yang dimaksud Muladi? "Ya Anda tahu sendirilah, mereka adalah kelompok-kelompok yang ingin tampil di forum-forum nasional nantinya, memanaskan Pemilu," jawab dia. (ING)
Sumber:Kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar